those are special messages for you

the messengers

we deliver those special messages...
for you.
:D



open up

'Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataanKu ke dalam mulutmu.'
(Yeremia 1:9)



questions and comments




so over it

Januari 2009
Februari 2009
Juni 2009




thankyou

designer: god<3jo
base codes: detonatedlove♥,i-celemontee, florescent!
image: deviant art
hosting: photobucket, blogger, blogskins


Selasa, 20 Januari 2009
3rd message | 07.39
'Ada saat di mana kamu merasa sendirian. Perasaan kesepian begitu kuat melingkupi hatimu. Kamu melihat sekeliling, dan tidak kamu temukan seorangpun yang dapat kau ajak berbagi. Tak seorangpun yang dapat kau datangi, untuk meluapkan keluh kesah yang terpendam. Tak ada seorangpun yang menghampirimu dan berkata bahwa dia mengerti kamu.

Atau... terkadang kamu berada di tengah keramaian. Kamu melihat sekeliling dan melihat ada orang di sana-sini. Suasana begitu ramai, riuh dengan suara. Kamu mulai bercakap-cakap dengan satu per satu orang yang ada di sekelilingmu. Namun, beberapa saat setelah kamu bercakap-cakap, kamu merasa kosong. Kamu merasa hampa. Seolah ada sesuatu di dalam diri yang tidak terisi. Kamu mencari dan terus mencari, tetapi belum menemukan hal apa yang dapat mengisi kekosongan itu.

Kamu merasa sendiri... baik di tengah keramaian, maupun di dalam kesunyian. Kamu merasa tidak ada seorangpun yang mengerti dirimu. Kamu merasa bahwa setiap orang punya masalah dan problema masing-masing, sehingga tak akan ada seorangpun di dunia ini yang bisa benar-benar mengerti dan memahami dirimu. Kadangkala, jika kalimat-kalimat tadi terlintas di benakmu, kamu menitikkan airmata. Sebagai simbol perasaan yang telah kau pendam lama... dan kau pendam seorang diri.

Ketahuilah, bahwa kamu tidak sendiri. AKU selalu menyertaimu. AKU selalu ada bersamamu, dan tidak akan meninggalkanmu. Saat kamu merasa sendiri... saat kamu merasa sepi... saat hidup terasa terlalu berat untuk kau pikul..., datanglah kepadaKU. AKU akan memberikan kelegaan bagimu. Jangan ragu... percayalah padaKU.'

Kisah Tukang Cukur


Ada seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.

Si tukang cukur bilang,"Saya tidak percaya Tuhan itu ada". "Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen. "Begini, coba Anda perhatikan di depan sana , di jalanan... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada.Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada,Adakah yang sakit?? Adakah anak terlantar?? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan.Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi."

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar, kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata, "Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR." Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang begitu ??". "Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!" "Tidak!" elak si konsumen."Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana ", si konsumen menambahkan.

"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur." Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri. "Cocok!" kata si konsumen menyetujui."Itulah point utama-nya!. Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !Tapi apa yang terjadi... orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."

Label: